Tampilkan postingan dengan label NILAI ALQUR'AN - PEMBELAJARAN BIOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NILAI ALQUR'AN - PEMBELAJARAN BIOLOGI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juni 2014

Percobaan Uji Makanan : Uji Glukosa dengan Larutan Fehling


Larutan fehling merupakan salah satu pereaksi uji yang digunakan untuk menguji keberadaan glukosa. Dalam laboratorium, biasanya larutan fehling terpisah dalam dua macam, yaitu fehling A dan fehling B. Fehling A merupakan larutan tembaga (II) sulfat yang berwarna biru, CuSO4 (aq). Fehling B, yaitu larutan natrium hidroksida, NaOH (aq) dan kalium natrium tartrat. Ketika CuSO4(aq) direaksikan dengan NaOH(aq), terbentuk endapan Cu(OH)2(s) yang berwarna biru. Endapan ini tidak efektif sebagai pereaksi fehling. Untuk menghindari adanya endapan Cu(OH)2maka diperlukan kalium natrium tartrat sebagai ligan bidentat bagi ion Cu2+. Ketika fehling A dan fehling B dicampurkan, tembaga(II) tetap sebagai larutan, karena membentuk ion kompleks bistartrato kuprat(II), Cu{(COO)2(CHO)2}4-. Setelah zat yang diuji dicampurkan dan ternyata positif, maka terbentuklah endapan merah bata dari tembaga(I) oksida, Cu2O.

Sumber : http://etnarufiati.guru-indonesia.net/artike_detail-15238.html


Selasa, 18 Maret 2014

Madu Ternak dan Madu Hutan, Apa Bedanya?


"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat yang dibikin manusia." [QS. An-Nahl : 68]
"Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkan." [QS. An-Nahl : 69]

Dalam konsep thibunnabawy, madu merupakan salah satu bintang dalam terapi pengobatan dan suplemen kesehatan. Kebutuhan akan madu semakin meningkat seiring dengan pengetahuan masyarakat tentang manfaat madu. Hal tersebut mendorong masyarakat untuk melakukan ternak madu, karena mengandalkan madu dari hutan saja, tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan madu. Apalagi saat ini, jumlah hutan yang masih bertahan di Negara kepulauan Indonesia semakin menipis.
Terus, selain kesamaannya sebagai sama-sama madu, apakah ada perbedaan antara madu ternak dan madu hutan?
Kalau secara ilmiah dan berkaitan erat dengan spesies lebah, maka perbedaannya terletak pada jenis lebah yang berperan aktif dalam produksi madu ternak dan madu hutan. Yuk, kita intip profilnya dari foto-foto berikut ini
Lebah madu ternak (Apis cerana)

Kamis, 16 Mei 2013

Bunga

"Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata, "
(Qaaf : 7)
 
"Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal."
(Az Zumar : 21)

Laba-Laba


"Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui." (Al Ankabut : 41)

"Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu[33]. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?." Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah[34], dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik," (Al Baqarah : 26)