Tampilkan postingan dengan label PEMBELAJARAN IPA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEMBELAJARAN IPA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 November 2014

Sistem Penggolongan Darah

Golongan darah adalah pengklasifikasian darah dari suatau individu berdasarkan ada atau tidaknya zat antigen warisan pada permukaan membran sel darah merah. Hal ini disebabkan karena danya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah tersebut.
Sistem penggolongan darah besar yang dikenal adalah sistem ABO serta sistem penggolongan darah Rhesus. Pengetahuan tentang golongan darah ini penting, salah satunya bermanfaat dalam proses tranfusi. Ketidakcocokan golongan darah si penerima dengan si pendonor dapat menyebabkan reaksi tranfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian bagi penerima. 
Klasifikasi golongan darah individu berdasarkan sistem ABO ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, yaitu sebagai berikut :

Kamis, 15 Mei 2014

Pemanfaatan Sensor dalam Kehidupan

Di era teknologi seperti sekarang, tidak mengherankan terdapat banyak sekali peralatan yang menggunakan sensor, ditemukan dalam kehidupan. Apa yang dahulu orang sebut sebagai sesuatu yang tak mungkin, atau bahkan mistis, kini terlihat nyata bahkan dapat dijelaskan secara sains. Sederhana saja, pintu yang bisa terbuka dan tertutup tanpa kita sentuh, atau mesin pengering tangan yang beroperasi ketika kita meletakkan tangan kita di bawahnya, dan masih banyak lagi.
Pada kesempatan kali ini, mari bersama kita cari sebanyak-banyaknya pemanfaatan sensor dalam kehidupan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi tambahan informasi, inspirasi dan semangat untuk menggali ilmu lebih banyak lagi.
1. Pemanfaatan Sensor Gerak dan Cahaya pada Rumah Teknovasi dengan Mikrokontroller Amega 8
2. Deteksi Gelombang Tsunami dengan Sensor Laser
3. Pemanfaatan Sensor Cahaya sebagai Alat Pendeteksi Hemoglobin dalam Darah
4. Pemanfaatan Sensor Accelerometer (mengukur percepatan suatu objek) pada Aplikasi Waterslide Extreme pada iPhone

Selasa, 13 Mei 2014

Sensor Cahaya dan Suhu

1. Sensor cahaya

Sensor cahaya mengubah besaran cahaya menjadi besaran listrik. Komponen yang termasuk dalam sensor cahaya, yaitu :
- LDR (Light Dependent Resistor) yaitu sebuah resistor di mana nilai resistensinya akan berubah jika dikenai cahaya
- PhotoDioda, yaitu sebuah dioda yang apabila dikenai cahaya akan memancarkan elektron sehingga akan mengalirkan arus listrik
- Optocoupler, yaitu sebuah komponen kompling berbasis optik

2. Sensor suara
Sensor suara mengubah besaran suara menjadi besaran listrik. Komponen yang termasuk dalam sensor suara yaitu :
- Microphone, yaitu komponen elektronika di mana cara kerjanya yaitu membran yang digetarkan oleh gelombang suara akan menghasilkan sinyal listrik

3. Sensor Suhu

Sensor suhu mengubah besaran suhu menjadi besaran listrik. Komponen yang termasuk dalam sensor suhu, yaitu
- NTC, yaitu komponen elektronika di mana jika dikenai panas maka tahanannya akan naik
- PTC, yaitu komponen elektronika di mana jika terkena panas maka tahanannya akan semakin turun

Sensor dan Macamnya

Menurut Wikipedia, sensor adalah sesuatu yang digunakan untuk mendeteksi adanya perubahan lingkungan fisik atau kimia. Variabel keluaran dari sensor yang diubah menjadi besaran listrik disebut transduser. Pada saat ini, sensor tersebut telah dibuat dengan ukuran sangat kecil dengan orde nanometer. Ukuran yang sangat kecil ini sangat memudahkan pemakaian dan menghemat energi.
Berbicara tentang pemanfaatan sensor dalam kegiatan pembelajaran dan penelitian, khususnya bidang sains, maka kita akan bagi sensor menjadi tiga bagian, antara lain :

1. Sensor Kimia
Sensor ini didesign dan digunakan untuk menganalisa keadaan ataupun adanya kadar suatu zat kimia. Sensor ini termasuk non-essensial (bukan sensor dasar). Sensor kimia mendeteksi jumlah suatu zat kimia dengan cara mengubah besaran kimia menjadi besaran listrik. Biasanya hal ini melibatkan reaksi kimia. Yang termasuk ke dalam jenis sensor kimia yaitu :

Minggu, 13 April 2014

Electrolyte Tester Bertenaga Baterai

Pada materi kelas VII dan XI ada praktikum menentukan daya hantar listrik suatu larutan. Untuk kelas VII biasanya masuk ke dalam sub praktikum asam basa, sementara untuk kelas XI masuk dalam materi larutan elektrolit dan non elektrolit. Untuk menguji apakah suatu benda/larutan dapat menghantarkan listrik, diperlukan suatu alat disebut Electrolyte Tester. Alat ini bisa kita rancang sendiri dengan mudah, dan bisa kita pilih sumber listrik yang diambil, dari tenaga listrik permanen melalui stop kontak dari instalasi listrik atau baterai. Berikut ini dua macam alat uji elektrolit yang terdapat di laboratorium IPA Nurul Fikri Boarding School
1. Sumber Listrik : Instalasi Listrik Permanen
Alat Uji Elektrolit dengan Sumber Instalasi Listrik Permanen

Nyala Alat Uji Elektrolit

2. Sumber Listrik : Baterai

Alat Peraga Pendidikan IPA sesuai Kurikulum 2013 : Versi Pudak Scientific


Alat Percobaan Sains Berbasis Komputer


Alat Fisika


Wimshurts Machine

Alat Biologi

Alat Kimia

Mengapa Gula Jagung Berbahaya?


Gula Jagung. Sepintas terdengar alami. Sangat alami. Bahkan banyak tenaga medis yang merekomendasikan penggunaan gula jagung sebagai pengganti pemanis dengan kalori tinggi seperti gula pasir, khususnya bagi penderita diabetes. Hal ini karena gula jagung memiliki kalori rendah dan fruktosa yang tinggi. Namun, setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, terdapat kontra akan pendapat ini. Bahkan penggunaan gula jagung sebagai pengganti gula pasir, disebut-sebut berbahaya karena dapat memicu penyakit diabetes tipe 2. Seperti opini yang disampaikan oleh Omri dalam http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/03/30/revolusi-jagung-dan-bahayanya-bagi-kesehatan-450509.html
Secara umum fructose yaitu gula dalam buah [termasuk jagung] adalah sehat bila dikonsumsi dalam bentuk alaminya. Anda memakan buah yang manis2 dan mayoritasnya sangat sehat dan penuh nutrisi karena didalam buah tersebut, selain gula juga berisi mineral, vitamin, enzyme dan lainnya. Bila fructose tadi diproduksi khusus sebagai gula, maka zat lainnya akan hilang dan ia akan menjadi substansi yang tidak sehat. Gula jagung ini tidak dapat diproses oleh pancreas dan akan langsung membebani liver sehingga liver overloaded. Dengan tingginya kadar gula dari gula jagung maka liver akan membentuk lemak dengan cepat. Hasilnya adalah kegemukan dan obesitas dengan segala komplikasinya. 

Kamis, 01 Agustus 2013

Daftar Praktikum IPA (Kimia, Biologi, Fisika) SMP dan SMA

Pembelajaran Sains di laboratorium harus dirancang sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran sains dapat tercapai serta siswa dapat merasakan kesenangan dalam mengeksplorasi ilmu sains di laboratorium. Laboratorium Sains Nurul Fikri Boarding School selalu memberikan penawaran paket-paket praktikum yang dapat dilangsungkan di laboratorium kami dalam jangka waktu setahun, baik untuk SMP maupun SMA. Tiada lain tujuan kami adalah untuk mempermudah para guru khususnya Sains untuk merancang aktivitas praktikum yang mendukung kegiatan pembelajaran. 
Di sini, kami mencoba berbagi, semoga bisa diambil manfaatnya oleh pembaca (Daftar Praktikum Fisika insya Allah akan segera menyusul)
Daftar Praktikum Kimia SMP
Daftar Praktikum Kimia SMA
Daftar Praktikum Biologi SMP
Daftar Praktikum Biologi SMA

Selasa, 28 Mei 2013

Air Buangan Limbah Rumah Tanggapun bisa disulap menjadi Power Emergency Lamp


Bersama Ust. Adha Firmansyah, santri kelas XI IPA 1, Azzam dan Bambang ingin membuktikan bahwa dengan ilmu sains, limbah rumah tangga yang menjijikanpun bisa disulap menjadi sesuatu yang bermanfaat, berdayaguna dan tentunya bernilai. Ibarat falsafah hidup, sesuatu yang menurut orang lain, sampah, bisa menjadi barang bernilai jika dikelola oleh manusia-manusia yang cerdas dan kreatif.
Sebanyak satu botol air mineral ukuran 1,5 liter digunakan untuk menampung sampel air limbah rumah tangga yang berasal dari pembuangan saluran wastafel, di salah satu asrama santri Nurul Fikri Boarding School. Air tersebut, mungkin memiliki bau yang kurang sedap, juga warna yang sedikit keabuan. Singkatnya, menjijikan. Tapi, siapa sangka, air tersebut memiliki potensi listrik yang dapat menghidupkan LED, jam dinding, bahkan emergency lamp. Tidak berhenti sampai uji tegangan yang dihasilkan, selanjutnya adalah tahap desain alat.  Tentu saja, hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi paparan bau, dan menjadikannya praktis untuk dimanfaatkan oleh siapapun yang membutuhkannya. 
Alhamdulillah, karya mereka ini berhasil menyabet Juara 1 dalam Lomba Karil TTG (Teknologi Tepat Guna) pramuka SMA tingkat provinsi Banten, Jakarta dan Jawa Barat,
Bagi kawan-kawan yang ingin berdiskusi atau share tentang inovasi di bidang penelitian sains (Kimia, Fisika, Biologi, Elektro) bisa follow di blog ini ya... sebagai awalan untuk terjalinnya silaturahmi antara kita...

Senin, 20 Mei 2013

Hakikat Pembelajaran IPA


Belajar sains tidak sekedar belajar informasi sains tentang fakta, konsep, prinsip, hukum dalam wujud ‘pengetahuan deklaratif’, akan tetapi belajar sains juga belajar tentang cara memperoleh informasi sains, cara sains dan teknologi bekerja dalam bentuk pengetahuan prosedural, termasuk kebiasaan bekerja ilmiah dengan metode ilmiah dan sikap ilmiah.

Pembelajaran Sains di Laboratorium


Pelatihan pengajaran sains di laboratorium memiliki fokus dan tujuan yang harus dicapai. Apa saja yang harus dicapai dalam pengajaran sains di laboratorium?