| Jenis Minyak | Asam Lemak Tak Jenuh | Asam Lemak Jenuh |
|---|---|---|
| Minyak Zaitun | Asam Oleat | Asam Palmitat |
| Asam Linoleat | Asam Stearat | |
| Kadar keduanya berkisar antara 70-80% | Kadar keduanya berkisar antara 8-10% | |
| Minyak Kelapa Sawit | Asam Oleat 39% | Asam Laurat 0.1% |
| Asam Linoleat 10% | Asam Miristat 1% | |
| Asam alfa Linoleat 0.3% | Asam Stearat 5% | |
| Asam Palmitat 44% | ||
| Minyak Jagung | Asam Oleat 20-50% | Asam Palmitat 11% |
| Asam Linoleat 35-60% | Asam stearat 2% | |
| Asam Linolenat 0,4% | ||
| 2% bahan tak tersabunkan (tokoferol, lilin, sitosferol) | ||
| Minyak Kedelai | Asam linoleat 15-64% | Asam palmitat 7-10% |
| Asam oleat 11-60% | Asam stearat 2-5% | |
| Asam linolenat 1-12% | Asam arschidat 0,2-1% | |
| Asam arachidonat 1,5% | Asam laurat 0-0,1% |
Tampilkan postingan dengan label MATERI KIMIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATERI KIMIA. Tampilkan semua postingan
Senin, 06 Oktober 2014
Kandungan Asam Lemak Beberapa Jenis Minyak Nabati
Jumat, 03 Oktober 2014
Berapa Rantai C- dari Berbagai Jenis Asam Lemak Penyusun Minyak Nabati?
Sebagaimana sudah kita ulas sebelumnya, rantai asam lemak dari minyak atau lemak yang digunakan dalam pembuatan sabun akan mempengaruhi kualitas sabun. Oleh karena itu, alangkah lebih baiknya kalau kita juga mengetahui kandungan rantai C asam lemak pada beberapa minyak atau lemak yang biasa digunakan dalam pembuatan sabun.
Sebelum melangkah ke sana, mari kita lihat terlebih dahulu, jenis-jenis asam lemak pada minyak nabati beserta panjang rantai C penyusunnya
| Jenis Asam Lemak | Nama Sistematik | Struktur | Formula |
|---|---|---|---|
| Asam Laurat | Dodekanoat | 12:00 | C12H24O2 |
| Asam Miristat | Tetradekanoat | 14:00 | C14H28O2 |
| Asam Palmitat | Heksadekanoat | 16:00 | C16H32O2 |
| Asam Stearat | Oktadekanoat | 18:00 | C18H36O2 |
| Asam Arakidat | Eikosanoat | 20:00 | C20H40O2 |
| Asam Behenat | Dokosanoat | 22:00 | C22H44O2 |
| Asam Lignoserat | Tetrakosanoat | 24:00:00 | C24H48O2 |
| Asam Oleat | cis-9-Oktadekenoat | 18:01 | C18H34O2 |
| Asam Linoleat | Cis-9, cis-12-Oktadekadienoat | 18:02 | C18H32O2 |
| Asam Linolenat | Cis-9, cis-12, cis-15 Oktadekatrienoat | 18:03 | C18H30O2 |
| Asam Erukat | Cis-13-Dokosenoat | 22:01 | C22H42O2 |
Sumber :
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/126094-FAR.039-08-Pemanfaatan%20minyak-Literatur.pdf
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/126094-FAR.039-08-Pemanfaatan%20minyak-Literatur.pdf
Asam Lemak sebagai Penyusun Utama Minyak atau Lemak
Lemak atau minyak adalah senyawa organik yang terdapat dalam
makhluk hidup. Lemak atau minyak ini tidak larut dalam air, tetapi larut dalam
pelarut non polar. Nama lain dari lemak atau minyak adalah trigliserida. Penyusun
utama dari minyak nabati atau lemak adalah asam lemak dan gliserol. Asam lemak
merupakan senyawa alifatik dengan gugus karboksil. Asam lemak bisa berbentuk
bebas (sebagi lemak yang terhidrolisis maupun terikat sebagai gliserida.
Secara kimia, asam lemak merupakan hidrokarbon jenis asam
karboksilat atau asam alkanoat dengan rumus kimia R-COOH atau R-CO2H. Asam
lemak dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh.
Selasa, 30 September 2014
Mengenal Lebih Jauh Jenis Lemak/Minyak dalam Pembuatan Sabun
Pada artikel sebelumnya, kita telah mengenal salah satu bahan baku yang harus ada dalam pembuatan sabun, yaitu lemak/minyak. Pemilihan jenis lemak/minyak ini akan mempengaruhi kualitas sabun yang dihasilkan. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui lebih jauh lagi, tentang jenis-jenis minyak/lemak yang biasa digunakan dalam pembuatan sabun. Yuk kita simak satu-satu...
Sabun : Bahan-Bahan Pembuatan Sabun
Siapa tidak mengenal sabun? sabun merupakan senyawa kimia tertua yang pernah dikenal. Sabun yang dikenal sebagai pembersih, baik untuk kulit maupun untuk benda lainnya, sebenarnya merupakan campuran antara senyawa alkali dan lemak/minyak. Sabun dengan berat molekul rendah akan lebih mudah larut dan memiiliki struktur sabun yang lebih keras. Sabun memiliki kelarutan yang tinggi dalam air, tetapi sabun tidak larut menjadi partikel yang lebih kecil, melainkan larut dalam bentuk ion.
Bahan Pembuatan Sabun
Alkali dan lemak/minyak merupakan bahan dasar pembuatan sabun. Pada masa sekarang, sabun telah banyak diberik penambahan bahan-bahan lain, berupa bahan pengisi sabun, pewangi, pewarna maupun bahan yang bisa menambah nilai manfaat sabun dan nilai jual sabun.
1. Alkali atau Basa
Alkali atau basa bisa diperoleh dari basa kuat maupun basa lemah. Basa yang paling sering digunakan dalam pembuatan sabun adalah basa kuat Natrium hidroksida dan Kalium hidroksida
Jumat, 11 April 2014
Logam Alloy bukan Allay ya...
Pernah mendengar istilah alloy? Bukan allay ya...
Alloy merupakan bahan campuran yang memiliki sifat-sifat logam, terdiri dari dua atau lebih unsur-unsur dan sebagai unsur utama campuran adalah logam.
Sebelum kita tilik alloy yang ada dalam kehidupan sehari-hari, mari kita terlebih dahulu mengenal logam yang sering dibuat alloy atau paduan
1. Besi (Nomor atom : 26)
Alloy merupakan bahan campuran yang memiliki sifat-sifat logam, terdiri dari dua atau lebih unsur-unsur dan sebagai unsur utama campuran adalah logam.
Sebelum kita tilik alloy yang ada dalam kehidupan sehari-hari, mari kita terlebih dahulu mengenal logam yang sering dibuat alloy atau paduan
1. Besi (Nomor atom : 26)
Langganan:
Postingan (Atom)



