Selasa, 01 April 2014

Sungai di Bawah Laut : Halocline (dinding)

Fenomena sungai di bawah laut merupakan fenomena yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Bahkan para ilmuwan telah mengungkapkan sejumlah teori untuk menjelaskan fenomena tersebut.
Beberapa istilah yang menyertai teori para ilmuwan dalam mengungkap fenomena sungai di bawah tanah antara lain Cenote, Angelita dan Halocline.

Minggu, 30 Maret 2014

Peran Strategis Laboratorium Sains dalam Kurikulum 2013

Dalam pembelajaran sains, laboratorium merupakan bagian integral dari kegiatan belajar mengajar. Hal ini dikarenakan siswa tidak hanya sekedar mendengarkan keterangan guru dari pelajaran yang telah diberikan, tetapi harus melakukan kegiatan sendiri untuk mencari keterangan lebih lanjut tentang ilmu yang dipelajarinya. Dengan adanya laboratorium, maka diharapkan proses pengajaran sains dapat dilaksanakan seoptimal mungkin, meskipun bukan berarti sains tidak dapat diajarkan tanpa laboratorium. Dari sisi ini tampak betapa penting peranan kegiatan laboratorium untuk mencapai tujuan pendidikan sains. Setidaknya ada 4 alasan yang menguatkan peran laboratorium dalam pembelajaran di sekolah antara lain (Rustaman, 1995): 
1. Praktikum membangkitkan motivasi belajar sains.

Selasa, 18 Maret 2014

Madu Ternak dan Madu Hutan, Apa Bedanya?


"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat yang dibikin manusia." [QS. An-Nahl : 68]
"Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkan." [QS. An-Nahl : 69]

Dalam konsep thibunnabawy, madu merupakan salah satu bintang dalam terapi pengobatan dan suplemen kesehatan. Kebutuhan akan madu semakin meningkat seiring dengan pengetahuan masyarakat tentang manfaat madu. Hal tersebut mendorong masyarakat untuk melakukan ternak madu, karena mengandalkan madu dari hutan saja, tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan madu. Apalagi saat ini, jumlah hutan yang masih bertahan di Negara kepulauan Indonesia semakin menipis.
Terus, selain kesamaannya sebagai sama-sama madu, apakah ada perbedaan antara madu ternak dan madu hutan?
Kalau secara ilmiah dan berkaitan erat dengan spesies lebah, maka perbedaannya terletak pada jenis lebah yang berperan aktif dalam produksi madu ternak dan madu hutan. Yuk, kita intip profilnya dari foto-foto berikut ini
Lebah madu ternak (Apis cerana)

Minggu, 16 Maret 2014

Teknik Pembuatan Virgin Coconnut Oil : lanjutan Aksi SC Kimia SMP I NFBS

Pengalaman dari berbagai sumber yang menghasilkan teori, memang ada berbagai macam cara pembuatan minyak kelapa. Bisa ditilik di sini. Akan tetapi, apa yang coba kami lakukan di sini adalah tidak terpatok pada hal tersebut, meski tentu saja kami menggunakan referensi dari situ.

Sebelumnya kami daftar dulu, peralatan dan bahan yang kami gunakan dalam percobaan ini
1. Alat-alat gelas (pipet, tabung reaksi, gelas beker)
2. Sentrifugasi (manual dan elektrik)
3. Alat pembakaran
4. Panci presto
5. Saringan
6. Kelapa parut

Inspirasi Kreasi Daur Ulang

Assalaamu'alaikum wr. wb
Di pagi hari yang cerah ini, kami ingin sedikit berbagi hasil surving kami di dunia maya. Semoga apa yang kami temukan ini, memberi inspirasi bagi kawan-kawan guru dan siswa untuk melakukan kreasi daur ulang. Sebagaimana kita ketahui, permasalahan sampah di negara kita, bukanlah hal yang sepele. Tengoklah di beberapa kawasan padat penduduk di daerah-daerah di Indonesia. Kita dibuat miris melihat tumpukan sampah di depan rumah, bahkan menyumbat aliran air, menimbulkan pemandangan dan bau yang tidak sedap. Merasa jijik untuk memungutnya dan mengembalikan sampah ke tempat pembuangannya. Akan tetapi lebih jijik lagi jika akhirnya semua sampah-sampah itu menumpuk, menggunung dan menyiarkan aroma yang tidak sedap. Menjadi tempat yang nyaman bagi pertumbuhan mikroorganisme, sehingga tak heranlah jika bibit penyakit dengan mudahnya mewabah sebagai akibat dari lingkungan yang tidak bersih.

Kamis, 13 Februari 2014

Pembuatan Virgin Coconnut Oil by Santri SC Kimia SMP Islam NFBS

Alhamdulillah, setelah dinanti-nanti akhirnya proyek membuat Virgin Coconut Oil by santri SC Kimia SMP Islam Nurul Fikri Boarding School, terlaksana juga. Diawali dengan sedikit teori dan sedikit informasi yang beredar di lapangan, bahwa dari 100 butir kelapa, kita akan mendapatkan 2 botol VCO, maka, kami mencoba membuat VCO dengan bahan baku 10 butir kelapa, dibagi dua, untuk santri tholib (putra) dan tholibah (putri). Jadi masing-masing mendapat bahan baku 5 butir kelapa tua.
Oleh karena jam kegiatan SC sangat terbatas, yaitu 1-2 jam per pertemuan, maka, kami memilih cara praktis membeli bahan kelapa yang sudah diparut. Asumsinya, semua santri pastilah tau bagaimana proses membuat kelapa parut. Selanjutnya... langkah-langkah apa saja yang coba kami lakukan, termasuk kendala jenis apa saja yang kami temui, akan dikupas di sini.

Jumat, 31 Januari 2014

ALAMI vs KIMIAWI





Semua gambar yang ditampilkan dalam galeri Alami vs Kimiawi dari part 1 hingga 2 ini bisa kita ringkas dan kita sebut dengan nama keren "Zat Aditif Makanan"

TREN SISTEM PERIODIK UNSUR


Ungu-Ungu Indikator Alami Asam Basa


Zat yang digunakan untuk mengidentifkasi asam dan basa disebut indicator asam basa. Indikator asam basa memiliki sifat berubah warna jika berada di dalam larutan asam atau basa. Ada beberapa jenis indicator asam basa yang tersedia di laboratorium, maupun tersedia di alam. Indikator asam basa yang biasa ditemukan di laboratorium seperti metal merah, phenolptalein, bromtimol biru, eosin dan sebagainya. Pada pH tertentu larutan tersebut mengalami perubahan warna. Ada yang berwarna merah dalam larutan asam, dan berwarna ungu pada larutan basa. Sedangkan indicator asam basa yang bisa kita temui di alam sangat banyak ragamnya. Biasanya indicator alami berupa bunga dan daun-daunan yang memiliki warna. Semakin mencolok warna bunga/daun, semakin terlihat perbedaan warnanya dalam larutan asam dan basa. Bisa kalian lihat pada gambar, contoh daun dan bunga yang dapat digunakan sebagai indikator alami asam dan basa. Cantik ya...

Minggu, 03 November 2013

Model DNA Manusia


Pernahkah terlintas dalam benak kalian, mengapa para ilmuwan sering melakukan penelitian dengan sampel percobaan sebagai analogi perlakuan terhadap manusia, menggunakan tikus? Bukan kera, atau kucing dan lainnya?
Sebagian mungkin menjawab simple, karena ukuran tubuh tikus kecil, selain itu, tikus sering ditemukan sebagai parasit bagi manusia, jadi tak masalah kalau digunakan untuk penelitian. Begitukah?
Ternyata tidak!